Misi. 1. Melaksanakan & mempertahankan sistem Perguruan Tinggi Pesantren. 2. Melaksanakan pendidikan Modern yang bertumpu pada Akhlak Al-karimah. 3. Mencetak Sarjana Muslim yang mampu melakukan penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan & pengabdian pada masyarakat. 1 manajemen pembiayaan pendidikan dalam meningkatkan kualitas guru (studi pada pondok pesantren wali songo ngabar) tesis oleh : eny masruroh nim institut agama islam negeri (iain) ponorogo pascasarjana november 2019. 2 Pondok Ngabar– Sebanyak 327 orang calon pembina mengikuti kegiatan Kursus Pembina Pramuka Mahir tingkat Dasar (KMD) yang diselenggarakan di Pondok Pesantren “Wali Songo” Ngabar (Pondok Ngabar) selama 12 hari, Kamis-Senin (13-24/9). Peserta tersebut terdiri dari 297 santri kelas 5 Pondok Ngabar; 38 orang santri Pondok al-Kautsar Bogor; dan Sejarah berdirinya STIQ. Pondok Pesantren Wali Songo disingkat PPWS, berdiri tahun 1993 M atas prakarsa KHR. MOH KHOLIL AS’AD setelah pulang menuntut ilmu dari Mekkah pada tahun 1991 M. Ia merupakan putra KHR. AS’AD SYAMSUL ARIFIN, seorang ulama besar kelahiran Makkah yang sangat disegani dikalangan para Nahdliyin ( Pengikut NU ). Gagasan Mohammad Thoyyib. KH. Mohammad Thoyyib adalah pendiri Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar Ponorogo. Ia merintis lahirnya pondok bersama ketiga putranya yaitu KH. Ahmad Thoyyib, KH. Ibrahim Thoyyib dan KH. Ishaq Thoyyib. Kemudian secara resmi Pondok Ngabar didirikan pada tanggal 4 April 1961 dan selanjutnya diwakafkan pada tanggal 6 Juli 1980. [1 Te9F. ï»żPada masa penjajahan Belanda di Indonesia, penyiaran agama Islam pada umumnya mengalami hambatan dan kesulitan. Demikian halnya di desa Ngabar yang keadaannya masih sangat mundur, baik di bidang ekonomi, pendidikan maupun sosial budaya, terutama di bidang pengamalan agama Islam. Kebiasaan minum arak, candu, dan berjudi merajalela di tengah masyarakat. Pengajaran agama Islam saat itu mengalami tantangan keras dari masyarakat Ngabar yang terbiasa dengan perbuatan maksiat seperti judi dan minuman keras. KH. Mohammad Thoyyib yang merupakan salah satu penduduk desa Ngabar berusaha mencari cara mengubah perilaku semacam itu. Untuk menghindari benturan sosial, Kyai Thoyyib memilih lewat jalur mewujudkan cita-citanya, dimasukkanlah putra-putranya ke pondok Pesantren Salafiyah yang berada di Ponorogo, seperti Pesantren Joresan dan Pesantren Tegalsari. Kemudian untuk penyempurnaan pembinaan kader-kader ini dimasukkannya putra-putranya ke Pondok Modern Darussalam Gontor. Diajak pula kawan seperjuangannya untuk turut serta mengkaderkan putranya ke pesantren-pesantren tersebut. Sebagai rintisan, didirikan lembaga pendidikan Islam pertama berupa Madrasah Diniyyah Bustanul Ulum Al-Islamiyah BUI pada tahun 1946. Awalnya, madrasah ini masuk sore lalu berubah pagi. Nama pun diganti menjadi Madrasah Ibtidaiyah Mambaul Huda Al-Islamiyah pada tahun 1958. Untuk menampung lulusan sekolah ini, pada tahun 1958 dibuka madrasah tingkat lanjutan yang bernama Tsanawiyah lil Muallimin. Kemudian berganti menjadi Manahiju Tarbiyatil Muallimin/Muallimat Al-Islamiyah pada tahun 1972. Pada tahun 1980 berubah lagi menjadi Tarbiyatul Muallimin al-Islamiyah dan Tarbiyatul Muallimat al-Islamiyah. Sebelum tahun 1961, seluruh siswa yang nyantri berasal dari daerah sekitar Ngabar, baru pada tahun 1961 datanglah sembilan orang santri yang berasalkan dari daerah di luar Ponorogo yang dengan sendirinya memerlukan tempat tinggal. Kedatangan mereka membuka lembaran baru dengan didirikanya secara resmi Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar 4 April 1961.[3]Pemilihan Wali Songo sebagai nama pondok ini bukan tanpa alasan. Para wali dianggap berjasa besar dalam penyebaran agama Islam khusus di pulau Jawa. Perjuangan para wali ini sangat berkesan di hati pendiri Pondok Ngabar hingga memberi nama Wali Songo. Nama itu juga didorong dua hal. Pertama, keinginan mengingat jasa-jasa para wali dalam bidang dakwah Islam di Indonesia. Kedua, keinginan mewarisi sekaligus meneruskan semangat dan usaha para wali dalam menyebarluaskan ajaran agama Islam. Selain itu, santri pertama yang datang ke pesantren ini ada sembilan orang dari berbagai daerah.

biaya pondok pesantren wali songo ngabar